SHORT STORY
“HIGH SCHOOL COMPETITION
WHO’S THE BEST? ”
Looking so hot
down in hollywood you know they got,got the good, so let’s give it up for those
L.A boys, ridin’ the waves up in Malibu they really get,get the good so let’s
give it up for those L.A boys...give it up,give it up (you don’t have no
choice,give it up,give it up for the L.A boys)...(Victoria Justice Ft Ariana
Grande_L.A boys).
Begitulah terdengar suara musik pagi itu di dalam
kamar tidurnya Melisa, dia sangat fans sama penyanyi perempuan satu ini yaitu
Victoria Justice yang adalah satu artis hollywood terkenal yang bermain dalam
serial film Victorious bersama Ariana Grande dan Avan Jogia. Semua poster,buku
lirik lagu bahkan handphone-nya berisi lagu-lagu Victoria Justice. Hari itu
Melisa ke sekolahnya yang tak terlalu jauh dari rumahnya,Melisa sekarang duduk
di kelas XII jurusan Bahasa di SMA N.1 Jayapura.
***
“Tet...tet...tet” suara bel sekolah telah berbunyi
memanggil seluruh siswa-siswi untuk segera masuk ke dalam kelas mereka untuk
proses belajar-mengajar segera di mulai. “Hai Melisa kamu kelihatan ceria
sekali hari ini” sapaan lembut dari sahabatnya Tina membuatnya segera melepaskan
earphone dari telinganya. “Lagi dengerin lagu apa sih,pasti Victoria Justice
lagi nih”, tanya sahabatnya Tina kepadanya. “Iya dong kok kamu tahu aja sih
kalau aku dengerin lagunya Victoria Justice”,”Hello aku ini sahabat kamu yah
tentu aku tahu dong artis siapa yang kamu idolaiin bahkan apapun yang kamu suka
dan lakukan aku tahu kali kita kan selalu sama-sama”. “Oh yup bener banget
sorry aku lupa”,jawab Melisa dengan senyuman khas diwajahnya.
Segera setelah Tina menyelesaikan puisinya ibu
Grace tidak tahan ingin memberitahukan bahwa puisi terbaik yang akan diiukut
sertakan dalam lomba puisi tingkat nasional adalah puisi hasil karya dari Tina.
“A...apa puisi aku diterima ibu Grace untuk pergi ikutin lomba di Jakarta”,”benar
sekali Melisa di Jakarta kamu akan bertemu teman-teman dari berbagai daerah
yang telah terpilih dari SMA masing-masing agar mengikuti kompetisi lagi. Maka
persiapkan dirimu sebaik mungkin “ jelas Ibu Grace”baik ibu terima kasih
banyak” seru Melisa penuh semangat ia kembali ke kursi duduknya sambil
menggeleng kepala tak percaya. “aku mewakili sekolah? Seru Melisa dengan suara
pelan” sahabatnya langsung mengagetkannya “Iya bener kamu mewakili sekolah
kita,aku sebagai sahabat-mu bangga sekali atas kerja keras-mu Tin” kata Melisa
pada Tina (mereka berpelukan). “Baik anak-anak materi pelajaran kita tentang
puisi hari ini berakhir jangan berkecil hati karena tidak terpilih tetaplah
belajar dengan segiat-giatnya yah,ibu permisi selamat siang” Ibu Grace menutup
pelajaran bahasa Indonesia. Teeett…teeet… (bel berbunyi) waktunya ke kantin mengisi perut yang
keroncongan. “Ayo Tin kita ke kantin”,”bentar yah aku ambil uang dalam tas
dulu,kata Tina. “Eh penyanyi professional dan menajernya mau ke kantin yah
kirain makan di resto mahal ternyata sama dengan kita di kantin sekolahan”,ejek
Andien,”udah Mel nggak usah diladenin ayo kita pergi dari sini, (mereka berdua
langsung menuju kantin dan memesan dua mangkok mi rebus dan 2 es teh). Sambil
menunggu pesanan mereka datang mereka berdua ngobrol, “Mel aku nggak ngerti
maksudnya si anak baru di kelas kita apa sih,”yah itu aku juga nggak tahu yang
aku tahu aku hanya menyalurkan bakatku di menyanyi kalau dia juga bisa menyanyi
yah udah bersaing sehat aja kan,”bener
banget harusnya positif thinking-lah masa udah SMA kelas 3 masih aja bertengkar
hal-hal nggak penting,”bener banget”,sambung Melisa. “Non berdua ini pesanannya
selamat menikmati ingat yah untuk non berdua nggak usah piringnya diantar ke
bang joko taruh aja di meja”,”loh bang kan yang lain habis makan kembaliin” sahut
Melisa. “iya bener tapi mereka itu nggak tahu diri makan angkat kaki ceritanya
juga besar sampe se-RT dengerin”,”hahahaha (Tina dan Melisa tertawa) ok deh
bang makasih”,”sama-sama non permisi bang layani meja yang lain lagi”,”ok bang
(jawab mereka berdua kompak). Bel berbunyi tak terasa ini adalah pelajaran
terakhir yang akan mereka pelajari hari ini yaitu pelajaran kesenian. Di
pelajaran kesenian ini ada di bagi kesenian melukis dan bernyanyi,Tina
mengikuti kesenian melukis sedangkan Melisa mengikuti kesenian menyanyi jadi
mereka berada di kelas yang berbeda sekarang
di kelas menyanyi ibu guru Sonia ingin menyeleksi siswa atau siswi yang
pandai bernyanyi untuk mengikuti lomba menyanyi antar sekolah-sekolah dalam hal
ini SMA se-Papua dan Papua Barat karena ibu Sonia diberi tanggung-jawab oleh
sekolah lombanya juga berhadia uang sebesar sepuluh juta rupiah dan piala.Melisa
sangat senang sekali sebab inilah impiannya selama ini bernyanyi di depan
banyak penonton seperti idolanya Victoria Justice di sisi lain ada Andien yang
memperhatikannya dari jauh dengan mata yang tajam seperti segera ingin
menyingkirkannya. Ibu Sonia lalu berkata”ok anak-anak silahkan pilih lagu-lagu
yang kalian suka dan bernyanyilah di depan kelas sebab ibu akan menilainya dan
siapa yang bagus ibu akan memilihnya mengikuti lomba level tinggi antar
sekolah-sekolah yang ada di provinsi Papua dan Papua Barat”. Seperti biasa lagu
andalannya Melisa adalah Victoria Justice,semua teman-temannya sudah maju dan sekarang
tiba saatnya Melisa bernyanyi di depan kelas “ i wanna taste the sun cause baby i’m born to run i gotta feeling that
i’m not the only one i.i wanna show some skin yeah...baby i need the ocean and
you can’t stop me now i’ve got my heart in motion i want to make it in
america,make it in america”
.Lagunya
Victoria Justice-Make It In America membuat ibu Sonia terkagum-kagum ingin
mendengar Melisa menyanyikan lagu itu terus dan tak ada komentar apapun yang
dilontarkan kepadanya selanjutnya giliran Andien karena ia siswa baru maka
namanya tercatat paling terakhir di buku absen. Ketika melangkah maju Andien sengaja menendang kaki Melisa yang hendak
duduk di kursinya sehingga hampir saja Melisa jatuh namun ada temannya Eko yang
menahan tangannya.”Oh sorry sorry I did’t see you”, kata Andien dengan santai
lalu jalan ke depan kelas dan mulai bernyanyi lagu dari artis favoritnya juga
Britney Spears judulnya Lucky. Dan ibu Sonia di buat semakin bingung karena
sekarang dia memiliki 2 orang gadis cantik yang harus dipilihnya mengikuti
lomba menyanyi antar sekolah. “Ok anak-anak besok pengumuman akan ditempel di
depan ruang guru ibu menempelkan 3 terbaik dari kelas ini yang tadi ibu nilai
tapi jangan senang dulu karena kalian harus bernyanyi sekali lagi di depan
dewan guru dan hasilnya 1 saja yang keluar mewakili
sekolah,mengerti?...”mengerti bu guru” jawab anak-anak sekelas.
***
Keesokan harinya
nama-nama mereka ditempel Melisa takut melihatnya maka Tina mewakilinya
melihat. “Kamu berhasil sahabatku ada namamu nomor 1,nomor 2 Andien of course dan nomor 3 Eko apa aku
bilang sahabatku memang jago nyanyi,”kamu bisa saja tapi kita masih harus
menyanyi lagi di depan guru-guru dan guru-guru akan melihat siapa yang pantas
mewakili sekolah”,”iya sih tadi aku baca besok kalian nyanyi setelah semua jam
pelajaran selesai tapi besok aku juga ikut lomba puisi gimana nih?,”kamu udah
buat puisinya?”,”loohh kan katanya tinggal tunggu berangkat saja,”enggak aku
harus terus berlatih bersama ibu Grace agar penampilannya nanti tidak kaku ini
aku mau buat puisinya hanya saja aku kekurangan ide”,”oh aku kira kompetisi
beneran kalau hanya latihan saja berarti kamu ada waktu buat lihat aku besok
siang nyanyi dan aku juga bakal bantuin kamu, aku tahu tempat yang bagus buat
tulis puisi nanti sore aku jemput kamu terus kita pergi ke suatu tempat yang
bisa ngasih banyak inspirasi buat kamu”,ok”. Melisa dan Tina ke kantin Andien yang
berdiri tak jauh dari mereka di balik dinding mendengar percakapan mereka dan
dia punya rencana untuk menghancurkan mereka. Sore pun tiba Andien dan
rombongannya ada Vira dan dayang-dayang baruya dari kelas lain yang ikut
bergabung Jessica mengikuti Tina dan Melisa dengan mobil. Ternyata tempat yang
Melisa maksudkan adalah pantai dok II depan kantor Gubernur. “Kenapa kita ke
sini?” Tanya Tina kepada Melisa. “Aku punya alasan ketika kamu duduk di sini
kamu akan dapat banyak inspirasi bisa saja kamu menulis puisi tentang pedagang
yang sedang berjualan di sini mencari nafkah atau sepasang kekasih yang
menghabiskan waktu mereka duduk-duduk di sini atau kamu lihat ke sebelah sana
ada kapal yang lewat banyak yang harus berpisah satu sama lain dengan
sanak-saudaranya,kamu juga bisa lihat burung-burung di udara,ada Salib di
tengah laut sana pokoknya banyak deh. “Wah kamu benar-benar brilliant di satu
tempat ini saja aku bisa menghasilkan 5 puisi di tambah ada nelayan yang
memancing,anak-anak kecil yang berenang semuanya menginspirasi”,”ok kalau
begitu selamat menulis aku pesan makanan dan minuman di sana yah kamu mau
apa?”,”bakso saja sama air mineral”ok”,”uangnya?,”udah aku yang traktir” jawab
Melisa. Andien sudah melihat dari kejauhan ia langsung mengempeskan ban motor
Melisa dan mereka pergi sambil bersenang hati. Melisa dan Tina tak menyadari
hal itu setelah selesai membuat puisi dan makan mereka hendak pulang tapi apa
yang terjadi ban motor Melisa kempes akhirnya mereka mendorongnya masuk ke ruko
di APO kebetulan ada bengkel di situ jadi Melisa meminta mereka memperbaiki
motornya karena ternyata ada bagian lain dari motornya yang dirusakkan juga
oleh Andien.”Ya ampun Mel kita sudah di sini sampai jam 8 malam aku takut kita
tidak bisa balik ke abe aku juga udah nyusahin kamu”,”udah tenang aja dan
berdoa bentar lagi selesai dan kamu nggak boleh ngomong begitu kita ini sahabat
dan sahabat harus selalu saling menolong” (senyuman kecil muncul di wajah Tina),
tak lama kemudian motor Melisa pun jadi bisa jalan kembali tapi sayangnya uang
mereka habis buat bayar perbaikan itu. “Maaf yah Tin aku udah buat kamu
ngeluarin uang banyak besok aku ganti yah”,”tidak apa-apa Mel kamu udah baik
sama aku ,ngasih bantuan yang berarti sekali buat aku,yuk kita pulang”. Melisa
dan Tina langsung bergegas pulang ke rumah setelah sampai di rumah mereka
diomelin oleh orangtua masing-masing karena pulangya larut malam jam 22:00.
***
“Ok anak-anak siang ini
ibu minta kaian bersiap untuk bernyanyi di depan dewan guru”. Tina berlari-lari
kebingungan mencari keberadaan Melisa. “Mel aku butuh bantuanmu ini darurat
puisi-puisiku hilang dari tasku setelah jam pelajaran pak Doni aku cari-cari
udah nggak ada”,”wah kayaknya ada yang sengaja kemarin motorku yang rusak
sekarang puisimu hilang”,”habis sudah aku” Tina gelisah karena di saat
bersamaan dia juga harus menunjukkan puisinya untuk ikut lomba. Melisa
menyempatkan waktu membantu temannya mencari. “Ok anak-anak ayo kita mulai
dengan seleksinya nomor 1 Melisa silahkan maju menyanyi” kata ibu Sonia,”Melisa
tidak ada ibu dan aku yakin dia tidak akan datang”,”loh mengapa begitu
Andien?”,”tak tahu juga ibu”,”baiklah daripada membuang waktu kelamaan kamu
yang maju duluan saja Andien”. Andien merasa senang karena kelicikannya ia bisa
menggeserkan Melisa,setelah Andien menyanyi Eko juga diberikan kesempatan
bernyanyi. Ibu Sonia sangat menantikan kedatangan Melisa tetapi sia-sia saja
Melisa tidak datang itu berarti dia akan di coret dari nama yang lolos untuk
mewakili sekolah,(guru-guru yang lain juga sudah gelisah menunggu lama). Di
samping itu Melisa dan Tina berusaha mencari puisi Tina di dalam semua kelas
baik kelas X,XI maupun XII dan ternyata puisi itu ditemukan telah basah di
injak oleh sepatu seorang teman mereka kelas XII IPS 2. “Kenapa kamu lakukan
itu,itu sangat berarti buat aku”,kata Tina sambil menangis.”Ia kamu tidak tahu
diri kenapa bisa melakukan hal itu”,”aku tidak punya masalah atau buat
kesalahan sama kamu tapi kenapa kamu tega melakukan ini?” Tanya Tina. Melisa
yang tidak terima langsung menendang kaki dari lelaki tinggi berbadan besar itu
dan berkata “apa kamu punya bakat dan berusaha mewujudkan itu semuanya memang
perlu perjuangan dan kalau ada yang melukaimu dalam mencapai impianmu bagaimana
perasaanmu?”. “Maaf kalian berdua aku hanya melakukan perintah daaaAri…
Andien”,”tapi kenapa Andien melakukan ini”,”karena dia tidak suka pada kalian
berdua terutama kamu Melisa yang akan merebut posisinya mewakili sekolah dalam
bernyanyi”,aa..apaa?” mulut Melisa menganga,”ok aku pergi dulu sekali lagi maaf
aku akan mengeringkan puisi Tina di lapangan basket kebetulan cuacanya
panas,”baiklah siapa namamu? Tanya Melisa,”aku Yanto”. Sambil menunggu puisi
Tina kering dan siap untuk disalin ke kertas yang baru Tina menyuruh Melisa pergi
ke ruangan guru untuk mengikuti perlombaan itu. “Aku tidak apa-apa Tin kalau
dengan cara licik dia ingin menang biarkanlah dia melakukan
itu”,”tapi…”,”sudahlah yang penting aku tetap bisa bernyanyi di mana saja dan
kapan saja tanpa harus mengikuti lomba”,(Tina memeluk Melisa),”kamu adalah
sahabat terbaik meninggalkan kompetisimu untuk menolong aku”,”that’s what
friend supposed to do” mereka berdua tersenyum. Sekarang Tina sudah bisa
menyalin puisinya dan memberikannya pada ibu Grace. Ibu Grace senang sekali
melihat karya Tina dan langsung menyuruhnya mulai menghafal di rumah menggunakan gerakan dan esoknya
mempraktekkannya di depan ibu Grace. Si Andien yang telah merasa di udara
berjalan layaknya seorang putri dilindungi dayang-dayangnya Vira dan Jessica masuk
ke kelas sambil menyombongkan diri bahwa dia akan mewakili sekolah dalam
perlombaan menyanyi. Bingung karena sudah tidak ada jam pelajaran di sekolah
Melisa menuju kelas mengambil tas dan menunggu temannya yang bertemu ibu Grace
namun tanpa di sadari Tina sudah kabur meninggalkan Melisa untuk bertemu dengan
ibu Sonia meminta satu kesempatan untuk Melisa bernyanyi dan menunjukkan bukti
bahwa Andien jahat telah menyuruh salah seorang anak jurusan IPS menginjak dan
membasahi puisinya. Ibu Sonia tak menyangka perbuatan Andien apalagi buktinya
telah nyata dengan hadirnya si Yanto. “Iya ibu, Andien itu jahat kemarin dia
menyuruhku untuk memberitahunya cara merusakkan motor Melisa tapi juga mencuri
puisi Tina supaya Melisa pergi membantu sahabatnya dan tidak mengikuti proses
seleksi menyanyi,”jelas Yanto. “Tapi kenapa kamu membantu Andien?,” Tanya Ibu
Sonia,”aku benar-benar butuh uang tambahan karena ibuku sakit dan ayah
sementara mencari pekerjaan baru dengan tawaran Andien aku tak sadar telah
menghancurkan impian dari Tina dan Melisa mereka berdua orang yang baik”.
“Baiklah kalau begitu besok ibu akan berikan kesempatan kepada Melisa bernyanyi
di lapangan sekolah”,”kenapa di lapangan sekolah bu?,”supaya anak-anak sekolah
yang menentukan sendiri wakil sekolah kita siapa?”,”apa Andien juga ikut? Tanya
Melisa,” dia dinilai oleh guru beberapa orang saja kalau kamu dinilai banyak
orang,dari awal ibu lebih menyukaimu Melisa karena cara kamu bernyanyi dan
sifat kamu yang rendah diri sebab itulah yang dibutuhkan seorang bintang
terkenal seperti para artis yang kamu lihat diluar sana,”terima kasih banyak
ibu” (Tina senang sekali usahanya berhasil,kali ini Tina dan Melisa kembali
berpelukan)
***
“Sahabatku kamu harus
bersiap-siap besok kamu akan bernyanyi di depan seluruh anak-anak sekolah”,
seru Tina bergirang menuju Melisa dan memeluknya. “Oh iya Yanto terima kasih
banyak atas bantuanmu”,kata Tina,”tak masalah selamat berjuang
teman-teman”,kata Yanto yang langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
“Menyanyi? Di depan banyak orang oh no?,”iya kata ibu Sonia supaya kamu bisa
menunjukkan bahwa kamu atau Andien yang layak mewakili sekolah kita”,bagaimana
dengan Eko?,”ibu bilang Eko musiknya terlalu metal dan suaranya masih perlu
dilatih bagian nada-nada tinggi”,”tapi dia tetap bagus kok”,”iya emang bagus
sih tapi kan sekolah yang milih”,”bener-bener,”kalau gitu aku temenin kamu ke
rumah yah sekalian ingin lihat kamu latihan nyanyi”,”ok deh tapi telpon ibu
kamu dulu”,”sip”. Di rumah Melisa giat berlatih namun juga ia gugup untuk
tampil esok hari sahabatnya Tina selalu ada untuk memberikannya dukungan
seperti yang telah ia lakukan pada Tina. Waktu berjalan begitu cepat akhirnya
Andien dan Melisa dapat tampil dengan kemampuan mereka masing-masing. Niat
liciknya Andien tetap ada ia sengaja membawa 2 gelas air putih salah satunya
sudah ditaruh obat yang bikin perut sakit. Tapi ia lupa taruh di gelas yang
mana sambil meyodorkan kepada Melisa “ini aku bawakan air kita kan gugup tapi
tetap harus ada air di leher kita yang bisa menyegarkan”,”terima kasih Andien
buat minumnya”,”’mereka berdua minum bersama-sama ketika dipanggil pertama ke
atas panggung Andien merasa perutnya sakit akhirnya dia kena jeratnya sendiri
karena tadi gelas yang ditaruh obat dia yang minum dia terus mondar-mandir ke
toilet. “Biar tahu rasa dia tadi aku udah perhatikan gelas yang dia taruh obat
makanya aku putar posisi gelasnya”,”apa?”,”kamu ini gimana sih Mel dia itu
masih tetap jahat jangan kira dia akan baik sama kamu”,”terima kasih Tin kamu
yang terbaik”,”sekarang tampilkan yang terbaik ok”,”ok”,(salam persahabatan dan
mereka berpelukan sebelum Melisa ke panggung). Akhirnya Melisa berhasil
menunjukkan yang terbaik di panggung kecil yang di buat di tengah lapangan
sekolah bahwa dia yang pantas mewakili SMA N.1 Jayapura untuk mengikuti lomba
bernyanyi tersebut. Banyak guru-guru mereka yang belum pernah mendengarnya
bernyanyi karena yang mereka tahu Melisa siswa yang pandai namun pendiam di
kelas.Setelah hari itu semua guru takkan melupakan bahwa ada bakat-bakat tersembunyi
yang dimiliki para siswa asal menunjukkan dan mengikuti dengan kompetisi yang
wajar akan terlihat sisi baik dari masing-masing orang. Dan yang terpenting apapun yang terjadi asah terus bakat yang ada pada kita. Siapa tahu bisa jadi the next Victoria Justice who knows? 😍
KARYA : APRIANI PASKALIN AYOMI





No comments:
Post a Comment