Thursday, July 23, 2020

Cerpen, "High School Competition Who's The Best?".


SHORT STORY
HIGH SCHOOL COMPETITION
WHO’S  THE  BEST? 

Looking so hot down in hollywood you know they got,got the good, so let’s give it up for those L.A boys, ridin’ the waves up in Malibu they really get,get the good so let’s give it up for those L.A boys...give it up,give it up (you don’t have no choice,give it up,give it up for the L.A boys)...(Victoria Justice Ft Ariana Grande_L.A boys).

           

    
Begitulah terdengar suara musik pagi itu di dalam kamar tidurnya Melisa, dia sangat fans sama penyanyi perempuan satu ini yaitu Victoria Justice yang adalah satu artis hollywood terkenal yang bermain dalam serial film Victorious bersama Ariana Grande dan Avan Jogia. Semua poster,buku lirik lagu bahkan handphone-nya berisi lagu-lagu Victoria Justice. Hari itu Melisa ke sekolahnya yang tak terlalu jauh dari rumahnya,Melisa sekarang duduk di kelas XII jurusan Bahasa di SMA N.1 Jayapura.

***
“Tet...tet...tet” suara bel sekolah telah berbunyi memanggil seluruh siswa-siswi untuk segera masuk ke dalam kelas mereka untuk proses belajar-mengajar segera di mulai. “Hai Melisa kamu kelihatan ceria sekali hari ini” sapaan lembut dari sahabatnya Tina membuatnya segera melepaskan earphone dari telinganya. “Lagi dengerin lagu apa sih,pasti Victoria Justice lagi nih”, tanya sahabatnya Tina kepadanya. “Iya dong kok kamu tahu aja sih kalau aku dengerin lagunya Victoria Justice”,”Hello aku ini sahabat kamu yah tentu aku tahu dong artis siapa yang kamu idolaiin bahkan apapun yang kamu suka dan lakukan aku tahu kali kita kan selalu sama-sama”. “Oh yup bener banget sorry aku lupa”,jawab Melisa dengan senyuman khas diwajahnya.
                    
                                                                         Tak lama mereka mengobrol guru mereka langsung masuk “Good Morning students,today our material is very fun because I want you guys to sing a song from your favorite singers who’s your favorite singer? Semua anak-anak heboh ada yang Britney Spears,Green Day,Celinedion,Oasis,Red Hot Chili Peppers dan masih banyak lagi.”Ok quiet please” seru Sir Doni mengisyaratkan supaya siswanya bisa tenang dan pelajaran bisa dilanjutkan. Sir Doni adalah guru yang menyenangkan di sela-sela materi pelajaran ia menambahkan sesuatu yang berbeda dalam kelasnya seperti bernyanyi lagu bahasa Inggris maupun bermain permaianan dengan menggunakan kalimat bahasa Inggris.”Alright all of you can write the songs of your favorite singers in the whiteboard and then you can sing it infront of the class ok,are you ready (begitulah guru Bahasa Inggris mereka suka ceplas-ceplos dan to the point) “Ready sir” jawab para siswa-siswi dengan sangat bersemangat. “Hmmhh aku tahu pasti kamu bakalan nyanyiin lagunya Victoria Justice kan”,tanya Tina kepada Melisa. “Iya dong kamu kan udah tahu apa yang aku suka jadi nggak usah nanya lagi,aku bakalan jadi yang pertama nyanyi di depan kelas karena aku emang suka nyanyi”,mereka berdua saling menatap dan tertawa.”Hello Melisa and Tina are you guys ready to sing?”,tanya guru mereka,”I always ready sir” jawab Melisa. “Ok do it now”. Melisa langsung bergerak ke depan dan menulis lirik lagu Victoria Justice yang berjudul You’re The Reason Why dan menyanyikannya You might be crazy have i told you lately that i love you you’re the only reason that i’m not afraid to fly and it’s crazy that someone could change me now no matter what it is i have to do,i’m not afraid to try and you need to know that you’re the reason why. Begitulah sepenggal lirik bagian reef yang dinyanyikan oleh Melisa membuat banyak yang terkejut ternyata selama ini dibalik dia pendiam,hanya memiliki satu sahabat tapi juga pintar berbahasa Inggris dan beberapa pelajaran lainnya ternyata dia memliki bakat juga. “Wow amazing aku nggak nyangka Melisa bisa nyanyi lagu seindah itu dengan suaranya yang merdu,”,”Bener banget baru kali ini kita denger Melisa nyanyi di depan”, Rio dan Chandra sedang ngobrol tentang pertunjukkan memukau yang baru saja mereka nonton.Tapi ada juga yang tidak menyukai Melisa yaitu Andien siswi pindahan SMA Diaspora karena dia tahu kemampuannya dalam bernyanyi lebih bagus daripada Melisa apalagi artis favoritnya berada jauhlah di atas Melisa siapa lagi kalau bukan Britney Spears.”Aku bisa ngalahin si Melisa itu emang dia pikir cuma dia saja yang bisa nyanyi’,”emangnya kamu bisa Andien? (ejekan teman sebangkunya Vira membuatnya semakin mendidih).Akhirnya  satu persatu teman-teman Melisa juga menyanyi di depan dan yang terakhir adalah Andien,dia menyanyikan lagunya Britney Spears yang berjudul Sometimes dengan gaya khasnya setiap nyanyi lagu ini di kamarnya.”Wah Andien juga keren yah sekarang kita punya 2 orang penyanyi di kelas yang keren dan cantik pula”,”itu sudah pasti Rio”,(Rio dan Chandra terus tercengang-cengang) dan akhirnya bel berbunyi menandakan pelajaran Bahasa Inggris segera berakhir. “Everyone please clap your hands for Andien she’s a great singer today and I was forget Melisa too, (tak-tak-tak-tak,suara tepukan tangan yang membuat Melisa dan Andien menjadi senang) see you next week,bye bye”,Sir Doni menutup pelajaran pagi itu sebab mereka masih mempunyai dua jadwal pelajaran lagi selain Bahasa Inggris. Kebetulan ada lomba bernyanyi yang di adakan di sekolah Tina menyarankan Melisa untuk ikut lomba tersebut Tina jagonya bukan bidang musik yang nyanyi-nyanyi namun Melisa sahabatnya  tidak terlalu terobsesi untuk memenangkan lomba mewakili SMA mereka. “Eh Melisa ternyata kamu nggak sebagus-bagus aku yah,”loh Andien apa maksudnya?,”aku tantang kamu siapa yang terbaik yang lolos untuk mewakili sekolah kita aku atau kamu,”aku tak pernah berharap bisa memenangkannya aku hanya menganggap menyanyi adalah seni dan talenta yang aku kembangkan aku nggak mau terlalu sombong”,”ohh jadi kamu kira aku ini sombong begitu”. Tiba-tiba guru bahasa Indonesia masuk,sontak saja Andien kaget dan kembali ke tempat duduknya.“Selamat pagi anak-anak pagi ini kita akan belajar menulis puisi,dan dari puisi-puisi ini ibu akan memilih satu puisi yang paling terbaik untuk ibu ikut sertakan dalam lomba menulis puisi tingkat nasional”.”Puisi tingkat nasional mau banget itu kan impian-ku”,kata Tina pada Melisa “Bener banget kayaknya kamu harus nulis karangan puisi terbaik supaya kamu bisa mewakili sekolah kita ke Jakarta. “Sekarang ibu bagikan kertasnya dan segera kerjakan seperti contoh dari materi minggu lalu yang sudah ibu ajarkan”,pinta ibu Grace. Setelah semua puisi selesai di buat mereka satu per satu maju ke depan untuk membacakannya dan tiba giliran Tina untuk maju dia agak gugup tapi karena dorongan dan semangat dari Melisa akhirnya Tina berani maju saat Tina membaca puisinya suara anak-anak dalam kelas menjadi hening. Ibu guru Grace dan teman-teman Tina benar-benar menikmati dan terhanyut dalam puisi yang dibawakannya berjudul "Matahari"




 Segera setelah Tina menyelesaikan puisinya ibu Grace tidak tahan ingin memberitahukan bahwa puisi terbaik yang akan diiukut sertakan dalam lomba puisi tingkat nasional adalah puisi hasil karya dari Tina. “A...apa puisi aku diterima ibu Grace untuk pergi ikutin lomba di Jakarta”,”benar sekali Melisa di Jakarta kamu akan bertemu teman-teman dari berbagai daerah yang telah terpilih dari SMA masing-masing agar mengikuti kompetisi lagi. Maka persiapkan dirimu sebaik mungkin “ jelas Ibu Grace”baik ibu terima kasih banyak” seru Melisa penuh semangat ia kembali ke kursi duduknya sambil menggeleng kepala tak percaya. “aku mewakili sekolah? Seru Melisa dengan suara pelan” sahabatnya langsung mengagetkannya “Iya bener kamu mewakili sekolah kita,aku sebagai sahabat-mu bangga sekali atas kerja keras-mu Tin” kata Melisa pada Tina (mereka berpelukan). “Baik anak-anak materi pelajaran kita tentang puisi hari ini berakhir jangan berkecil hati karena tidak terpilih tetaplah belajar dengan segiat-giatnya yah,ibu permisi selamat siang” Ibu Grace menutup pelajaran bahasa Indonesia. Teeett…teeet… (bel berbunyi)  waktunya ke kantin mengisi perut yang keroncongan. “Ayo Tin kita ke kantin”,”bentar yah aku ambil uang dalam tas dulu,kata Tina. “Eh penyanyi professional dan menajernya mau ke kantin yah kirain makan di resto mahal ternyata sama dengan kita di kantin sekolahan”,ejek Andien,”udah Mel nggak usah diladenin ayo kita pergi dari sini, (mereka berdua langsung menuju kantin dan memesan dua mangkok mi rebus dan 2 es teh). Sambil menunggu pesanan mereka datang mereka berdua ngobrol, “Mel aku nggak ngerti maksudnya si anak baru di kelas kita apa sih,”yah itu aku juga nggak tahu yang aku tahu aku hanya menyalurkan bakatku di menyanyi kalau dia juga bisa menyanyi yah udah bersaing sehat aja  kan,”bener banget harusnya positif thinking-lah masa udah SMA kelas 3 masih aja bertengkar hal-hal nggak penting,”bener banget”,sambung Melisa. “Non berdua ini pesanannya selamat menikmati ingat yah untuk non berdua nggak usah piringnya diantar ke bang joko taruh aja di meja”,”loh bang kan yang lain habis makan kembaliin” sahut Melisa. “iya bener tapi mereka itu nggak tahu diri makan angkat kaki ceritanya juga besar sampe se-RT dengerin”,”hahahaha (Tina dan Melisa tertawa) ok deh bang makasih”,”sama-sama non permisi bang layani meja yang lain lagi”,”ok bang (jawab mereka berdua kompak). Bel berbunyi tak terasa ini adalah pelajaran terakhir yang akan mereka pelajari hari ini yaitu pelajaran kesenian. Di pelajaran kesenian ini ada di bagi kesenian melukis dan bernyanyi,Tina mengikuti kesenian melukis sedangkan Melisa mengikuti kesenian menyanyi jadi mereka berada di kelas yang berbeda sekarang  di kelas menyanyi ibu guru Sonia ingin menyeleksi siswa atau siswi yang pandai bernyanyi untuk mengikuti lomba menyanyi antar sekolah-sekolah dalam hal ini SMA se-Papua dan Papua Barat karena ibu Sonia diberi tanggung-jawab oleh sekolah lombanya juga berhadia uang sebesar sepuluh juta rupiah dan piala.Melisa sangat senang sekali sebab inilah impiannya selama ini bernyanyi di depan banyak penonton seperti idolanya Victoria Justice di sisi lain ada Andien yang memperhatikannya dari jauh dengan mata yang tajam seperti segera ingin menyingkirkannya. Ibu Sonia lalu berkata”ok anak-anak silahkan pilih lagu-lagu yang kalian suka dan bernyanyilah di depan kelas sebab ibu akan menilainya dan siapa yang bagus ibu akan memilihnya mengikuti lomba level tinggi antar sekolah-sekolah yang ada di provinsi Papua dan Papua Barat”. Seperti biasa lagu andalannya Melisa adalah Victoria Justice,semua teman-temannya sudah maju dan sekarang tiba saatnya Melisa bernyanyi di depan kelas “ i wanna taste the sun cause baby i’m born to run i gotta feeling that i’m not the only one i.i wanna show some skin yeah...baby i need the ocean and you can’t stop me now i’ve got my heart in motion i want to make it in america,make it in america”

.Lagunya Victoria Justice-Make It In America membuat ibu Sonia terkagum-kagum ingin mendengar Melisa menyanyikan lagu itu terus dan tak ada komentar apapun yang dilontarkan kepadanya selanjutnya giliran Andien karena ia siswa baru maka namanya tercatat paling terakhir di buku absen. Ketika melangkah maju Andien  sengaja menendang kaki Melisa yang hendak duduk di kursinya sehingga hampir saja Melisa jatuh namun ada temannya Eko yang menahan tangannya.”Oh sorry sorry I did’t see you”, kata Andien dengan santai lalu jalan ke depan kelas dan mulai bernyanyi lagu dari artis favoritnya juga Britney Spears judulnya Lucky. Dan ibu Sonia di buat semakin bingung karena sekarang dia memiliki 2 orang gadis cantik yang harus dipilihnya mengikuti lomba menyanyi antar sekolah. “Ok anak-anak besok pengumuman akan ditempel di depan ruang guru ibu menempelkan 3 terbaik dari kelas ini yang tadi ibu nilai tapi jangan senang dulu karena kalian harus bernyanyi sekali lagi di depan dewan guru dan hasilnya 1 saja yang keluar mewakili sekolah,mengerti?...”mengerti bu guru” jawab anak-anak sekelas.

***
Keesokan harinya nama-nama mereka ditempel Melisa takut melihatnya maka Tina mewakilinya melihat. “Kamu berhasil sahabatku ada namamu nomor 1,nomor  2 Andien of course dan nomor 3 Eko apa aku bilang sahabatku memang jago nyanyi,”kamu bisa saja tapi kita masih harus menyanyi lagi di depan guru-guru dan guru-guru akan melihat siapa yang pantas mewakili sekolah”,”iya sih tadi aku baca besok kalian nyanyi setelah semua jam pelajaran selesai tapi besok aku juga ikut lomba puisi gimana nih?,”kamu udah buat puisinya?”,”loohh kan katanya tinggal tunggu berangkat saja,”enggak aku harus terus berlatih bersama ibu Grace agar penampilannya nanti tidak kaku ini aku mau buat puisinya hanya saja aku kekurangan ide”,”oh aku kira kompetisi beneran kalau hanya latihan saja berarti kamu ada waktu buat lihat aku besok siang nyanyi dan aku juga bakal bantuin kamu, aku tahu tempat yang bagus buat tulis puisi nanti sore aku jemput kamu terus kita pergi ke suatu tempat yang bisa ngasih banyak inspirasi buat kamu”,ok”. Melisa dan Tina ke kantin Andien yang berdiri tak jauh dari mereka di balik dinding mendengar percakapan mereka dan dia punya rencana untuk menghancurkan mereka. Sore pun tiba Andien dan rombongannya ada Vira dan dayang-dayang baruya dari kelas lain yang ikut bergabung Jessica mengikuti Tina dan Melisa dengan mobil. Ternyata tempat yang Melisa maksudkan adalah pantai dok II depan kantor Gubernur. “Kenapa kita ke sini?” Tanya Tina kepada Melisa. “Aku punya alasan ketika kamu duduk di sini kamu akan dapat banyak inspirasi bisa saja kamu menulis puisi tentang pedagang yang sedang berjualan di sini mencari nafkah atau sepasang kekasih yang menghabiskan waktu mereka duduk-duduk di sini atau kamu lihat ke sebelah sana ada kapal yang lewat banyak yang harus berpisah satu sama lain dengan sanak-saudaranya,kamu juga bisa lihat burung-burung di udara,ada Salib di tengah laut sana pokoknya banyak deh. “Wah kamu benar-benar brilliant di satu tempat ini saja aku bisa menghasilkan 5 puisi di tambah ada nelayan yang memancing,anak-anak kecil yang berenang semuanya menginspirasi”,”ok kalau begitu selamat menulis aku pesan makanan dan minuman di sana yah kamu mau apa?”,”bakso saja sama air mineral”ok”,”uangnya?,”udah aku yang traktir” jawab Melisa. Andien sudah melihat dari kejauhan ia langsung mengempeskan ban motor Melisa dan mereka pergi sambil bersenang hati. Melisa dan Tina tak menyadari hal itu setelah selesai membuat puisi dan makan mereka hendak pulang tapi apa yang terjadi ban motor Melisa kempes akhirnya mereka mendorongnya masuk ke ruko di APO kebetulan ada bengkel di situ jadi Melisa meminta mereka memperbaiki motornya karena ternyata ada bagian lain dari motornya yang dirusakkan juga oleh Andien.”Ya ampun Mel kita sudah di sini sampai jam 8 malam aku takut kita tidak bisa balik ke abe aku juga udah nyusahin kamu”,”udah tenang aja dan berdoa bentar lagi selesai dan kamu nggak boleh ngomong begitu kita ini sahabat dan sahabat harus selalu saling menolong” (senyuman kecil muncul di wajah Tina), tak lama kemudian motor Melisa pun jadi bisa jalan kembali tapi sayangnya uang mereka habis buat bayar perbaikan itu. “Maaf yah Tin aku udah buat kamu ngeluarin uang banyak besok aku ganti yah”,”tidak apa-apa Mel kamu udah baik sama aku ,ngasih bantuan yang berarti sekali buat aku,yuk kita pulang”. Melisa dan Tina langsung bergegas pulang ke rumah setelah sampai di rumah mereka diomelin oleh orangtua masing-masing karena pulangya larut malam jam 22:00.

***
“Ok anak-anak siang ini ibu minta kaian bersiap untuk bernyanyi di depan dewan guru”. Tina berlari-lari kebingungan mencari keberadaan Melisa. “Mel aku butuh bantuanmu ini darurat puisi-puisiku hilang dari tasku setelah jam pelajaran pak Doni aku cari-cari udah nggak ada”,”wah kayaknya ada yang sengaja kemarin motorku yang rusak sekarang puisimu hilang”,”habis sudah aku” Tina gelisah karena di saat bersamaan dia juga harus menunjukkan puisinya untuk ikut lomba. Melisa menyempatkan waktu membantu temannya mencari. “Ok anak-anak ayo kita mulai dengan seleksinya nomor 1 Melisa silahkan maju menyanyi” kata ibu Sonia,”Melisa tidak ada ibu dan aku yakin dia tidak akan datang”,”loh mengapa begitu Andien?”,”tak tahu juga ibu”,”baiklah daripada membuang waktu kelamaan kamu yang maju duluan saja Andien”. Andien merasa senang karena kelicikannya ia bisa menggeserkan Melisa,setelah Andien menyanyi Eko juga diberikan kesempatan bernyanyi. Ibu Sonia sangat menantikan kedatangan Melisa tetapi sia-sia saja Melisa tidak datang itu berarti dia akan di coret dari nama yang lolos untuk mewakili sekolah,(guru-guru yang lain juga sudah gelisah menunggu lama). Di samping itu Melisa dan Tina berusaha mencari puisi Tina di dalam semua kelas baik kelas X,XI maupun XII dan ternyata puisi itu ditemukan telah basah di injak oleh sepatu seorang teman mereka kelas XII IPS 2. “Kenapa kamu lakukan itu,itu sangat berarti buat aku”,kata Tina sambil menangis.”Ia kamu tidak tahu diri kenapa bisa melakukan hal itu”,”aku tidak punya masalah atau buat kesalahan sama kamu tapi kenapa kamu tega melakukan ini?” Tanya Tina. Melisa yang tidak terima langsung menendang kaki dari lelaki tinggi berbadan besar itu dan berkata “apa kamu punya bakat dan berusaha mewujudkan itu semuanya memang perlu perjuangan dan kalau ada yang melukaimu dalam mencapai impianmu bagaimana perasaanmu?”. “Maaf kalian berdua aku hanya melakukan perintah daaaAri… Andien”,”tapi kenapa Andien melakukan ini”,”karena dia tidak suka pada kalian berdua terutama kamu Melisa yang akan merebut posisinya mewakili sekolah dalam bernyanyi”,aa..apaa?” mulut Melisa menganga,”ok aku pergi dulu sekali lagi maaf aku akan mengeringkan puisi Tina di lapangan basket kebetulan cuacanya panas,”baiklah siapa namamu? Tanya Melisa,”aku Yanto”. Sambil menunggu puisi Tina kering dan siap untuk disalin ke kertas yang baru Tina menyuruh Melisa pergi ke ruangan guru untuk mengikuti perlombaan itu. “Aku tidak apa-apa Tin kalau dengan cara licik dia ingin menang biarkanlah dia melakukan itu”,”tapi…”,”sudahlah yang penting aku tetap bisa bernyanyi di mana saja dan kapan saja tanpa harus mengikuti lomba”,(Tina memeluk Melisa),”kamu adalah sahabat terbaik meninggalkan kompetisimu untuk menolong aku”,”that’s what friend supposed to do” mereka berdua tersenyum. Sekarang Tina sudah bisa menyalin puisinya dan memberikannya pada ibu Grace. Ibu Grace senang sekali melihat karya Tina dan langsung menyuruhnya mulai menghafal di rumah  menggunakan gerakan dan esoknya mempraktekkannya di depan ibu Grace. Si Andien yang telah merasa di udara berjalan layaknya seorang putri dilindungi dayang-dayangnya Vira dan Jessica masuk ke kelas sambil menyombongkan diri bahwa dia akan mewakili sekolah dalam perlombaan menyanyi. Bingung karena sudah tidak ada jam pelajaran di sekolah Melisa menuju kelas mengambil tas dan menunggu temannya yang bertemu ibu Grace namun tanpa di sadari Tina sudah kabur meninggalkan Melisa untuk bertemu dengan ibu Sonia meminta satu kesempatan untuk Melisa bernyanyi dan menunjukkan bukti bahwa Andien jahat telah menyuruh salah seorang anak jurusan IPS menginjak dan membasahi puisinya. Ibu Sonia tak menyangka perbuatan Andien apalagi buktinya telah nyata dengan hadirnya si Yanto. “Iya ibu, Andien itu jahat kemarin dia menyuruhku untuk memberitahunya cara merusakkan motor Melisa tapi juga mencuri puisi Tina supaya Melisa pergi membantu sahabatnya dan tidak mengikuti proses seleksi menyanyi,”jelas Yanto. “Tapi kenapa kamu membantu Andien?,” Tanya Ibu Sonia,”aku benar-benar butuh uang tambahan karena ibuku sakit dan ayah sementara mencari pekerjaan baru dengan tawaran Andien aku tak sadar telah menghancurkan impian dari Tina dan Melisa mereka berdua orang yang baik”. “Baiklah kalau begitu besok ibu akan berikan kesempatan kepada Melisa bernyanyi di lapangan sekolah”,”kenapa di lapangan sekolah bu?,”supaya anak-anak sekolah yang menentukan sendiri wakil sekolah kita siapa?”,”apa Andien juga ikut? Tanya Melisa,” dia dinilai oleh guru beberapa orang saja kalau kamu dinilai banyak orang,dari awal ibu lebih menyukaimu Melisa karena cara kamu bernyanyi dan sifat kamu yang rendah diri sebab itulah yang dibutuhkan seorang bintang terkenal seperti para artis yang kamu lihat diluar sana,”terima kasih banyak ibu” (Tina senang sekali usahanya berhasil,kali ini Tina dan Melisa kembali berpelukan)

***
“Sahabatku kamu harus bersiap-siap besok kamu akan bernyanyi di depan seluruh anak-anak sekolah”, seru Tina bergirang menuju Melisa dan memeluknya. “Oh iya Yanto terima kasih banyak atas bantuanmu”,kata Tina,”tak masalah selamat berjuang teman-teman”,kata Yanto yang langsung pergi meninggalkan mereka berdua. “Menyanyi? Di depan banyak orang oh no?,”iya kata ibu Sonia supaya kamu bisa menunjukkan bahwa kamu atau Andien yang layak mewakili sekolah kita”,bagaimana dengan Eko?,”ibu bilang Eko musiknya terlalu metal dan suaranya masih perlu dilatih bagian nada-nada tinggi”,”tapi dia tetap bagus kok”,”iya emang bagus sih tapi kan sekolah yang milih”,”bener-bener,”kalau gitu aku temenin kamu ke rumah yah sekalian ingin lihat kamu latihan nyanyi”,”ok deh tapi telpon ibu kamu dulu”,”sip”. Di rumah Melisa giat berlatih namun juga ia gugup untuk tampil esok hari sahabatnya Tina selalu ada untuk memberikannya dukungan seperti yang telah ia lakukan pada Tina. Waktu berjalan begitu cepat akhirnya Andien dan Melisa dapat tampil dengan kemampuan mereka masing-masing. Niat liciknya Andien tetap ada ia sengaja membawa 2 gelas air putih salah satunya sudah ditaruh obat yang bikin perut sakit. Tapi ia lupa taruh di gelas yang mana sambil meyodorkan kepada Melisa “ini aku bawakan air kita kan gugup tapi tetap harus ada air di leher kita yang bisa menyegarkan”,”terima kasih Andien buat minumnya”,”’mereka berdua minum bersama-sama ketika dipanggil pertama ke atas panggung Andien merasa perutnya sakit akhirnya dia kena jeratnya sendiri karena tadi gelas yang ditaruh obat dia yang minum dia terus mondar-mandir ke toilet. “Biar tahu rasa dia tadi aku udah perhatikan gelas yang dia taruh obat makanya aku putar posisi gelasnya”,”apa?”,”kamu ini gimana sih Mel dia itu masih tetap jahat jangan kira dia akan baik sama kamu”,”terima kasih Tin kamu yang terbaik”,”sekarang tampilkan yang terbaik ok”,”ok”,(salam persahabatan dan mereka berpelukan sebelum Melisa ke panggung). Akhirnya Melisa berhasil menunjukkan yang terbaik di panggung kecil yang di buat di tengah lapangan sekolah bahwa dia yang pantas mewakili SMA N.1 Jayapura untuk mengikuti lomba bernyanyi tersebut. Banyak guru-guru mereka yang belum pernah mendengarnya bernyanyi karena yang mereka tahu Melisa siswa yang pandai namun pendiam di kelas.Setelah hari itu semua guru takkan melupakan bahwa ada bakat-bakat tersembunyi yang dimiliki para siswa asal menunjukkan dan mengikuti dengan kompetisi yang wajar  akan terlihat sisi baik dari  masing-masing orang. Dan yang terpenting apapun yang terjadi asah terus bakat yang ada pada kita. Siapa tahu bisa jadi the next Victoria Justice who knows? 😍 


                           KARYA : APRIANI PASKALIN AYOMI

No comments:

Post a Comment

Nostalgia "Dies Natalis Kampus"

       Ini aku dan kisah nyataku yang tersimpan rapih dalam memori ingatan yang sengaja kubuka kembali setelah sekian lama berhubung tahun i...