SHORT STORY
"KEKUATAN DOA"
Doa adalah sebuah
rangkaian kata-kata yang memiliki nuansa berbeda ketika kita
mengucapkannya...yah benar! Karena hanya dengan doa-lah kita dapat
berkomunikasi dan menjalin relasi yang kuat dengan Pencipta kita...
***
Hari
itu hujan deras turun meliputi kota Jayapura aku dengan penuh keyakinan terus
melangkahkan kaki berjalan ke sekolah tapi ada saja yang selalu menghambat aku
untuk pergi ke sekolah.“Jessica sarapan pagi dulu sebelum ke sekolah kamu tidak
mau kan kalau sampai banyak angin yang masuk ke dalam perut kamu dan kemudian
kamu sakit dan tidak bisa ke sekolah”. Wajah-ku cemberut tetapi langsung saja
aku berdoa lalu mengambil roti dan teh yang sudah dibuatkan ibu. “Jessica kalau
sudah selesai belajar di sekolah langsung pulang yah jangan kemana-mana”.
“Mmmhhhh ibu memang selalu begitu aku tak diijinkan kemana-mana selain sekolah
dan rumah”. “Iya ibu bos pasti aku laksanakan.Pergi dulu yah bu aku sudah
terlambat...Dah”. Aku segera bergegas ke sekolah sesampainya di sekolah aku
merasa ada sesuatu yang lain.
***
“Teng-teng-teng”.
Pelajaran segera di mulai ibu guru memasuki ruangan kelas dengan diikuti
seorang siswi baru. “Good morning students we have a new student transfer from
SMA N.2 Serui”. Kata ibu guru bahasa Inggris kami kepada kami semua yang ada
dalam ruang kelas XII Bahasa SMA N.1 Jayapura aku tak terlalu memerhatikan ke
depan karena pr bahasa Inggris-ku belum aku selesaikan. “Please introduce
youself for everybody” kata ibu guru kepada siswa baru itu. “My name is Ike
Sineri,i am from Serui (Waropen) and i live in kampkey thank you”. Singkat
perkenalannya di depan kelas,banyak teman-teman-ku yang menyukainya mungkin
karena dia terlalu cantik. “Ike can i get your mobile phone number” kata
teman-ku Daniel kepadanya membuat kelas kami riuh dengan suara anak-anak yang
menertawakan Daniel. “Ha-ha-ha Daniel mana mau dia pacar sama cowok berwajah
pas-pasan seperti diri-mu” Kata Brian. “Everybody please calm down,Ike have a
seat”,kata ibu guru padanya dan Ike pun duduk dengan aku karena tempat duduk di
sebelah-ku kosong. “Hai perkenalkan nama-ku Ike” (sambil mengulurkan tangannya),
Aku tak menghiraukan kata-katanya karena aku memangnya cuek agak membuatnya
kecewa juga tapi apa boleh buat setiap anak baru memang harus diperlakukan
seperti itu. Pelajaran pertama sukses terlewati tugas bahasa Inggris-ku telah
dikumpulkan,pindah ke pelajaran berikutnya yaitu bahasa Jerman. Aku kurang
menyukai bahasa Jerman mungkin karena kesulitan dalam kasus
Nominativ,Genetiv,Dativ serta Akkusativ dan apalah itu “whatever i don’t think
so” gumam-ku dalam hati. Sampai pelajaran bahasa Jerman selesai aku tak
berbicara sedikitpun dengan Ike. “Teng-teng-teng” bel istirahat berbunyi aku
langsung pergi ke kantin membeli makanan dan minuman kesukaan-ku yaitu nasi
kuning dan pop-ice setelah itu aku pergi duduk di pojok kanan kantin sekolah
sebab disitulah aku biasa duduk karena di-dindingnya ada jam jadi aku sekalian bisa sesuaikan
makan-minumnya sebelum bel berbunyi lagi. Ike hendak melangkahkan kakinya ke
meja tempat aku duduk tapi aku langsung segera menyelesaikan makan-minumku dan
segera pergi kembali ke kelas aku juga bingung mengapa aku terus menghindarinya,Ike
menanyakan nama-ku pada teman-teman kelas yang ada di kantin sontak saja mereka
menyebutkan nama lengkap-ku dan sifat serta kharakteristik-ku yang mereka
ketahui kepada Ike. “Teng-teng-teng” bel masuk kelas telah berbunyi pelajaran
terakhir kami adalah Agama kami semua siswa-siswi XII Bahasa SMA N.1 Jayapura
mayoritas beragama Kristen Protestan jadi tidak perlu gabung dengan kelas lain.
Pak guru Agama langsung masuk ke kelas. “Syalom anak-anak apa kabar kalian hari
ini”,”baik pak guru” jawab semua siswa-siswi dan kami mulai menyanyikan
beberapa lagu sekolah minggu setelah itu pak guru memulai pelajaran yang
bertemakan perlindungan TUHAN Yesus kepada kita umat-Nya. Apa ada yang
mengalami perlindungan dari TUHAN Yesus sepanjang minggu kemarin. “Ada pak guru
minggu lalu aku hampir saja kecelakaan di depan toko sumber makmur aku tahu
bahwa aku juga tidak berhati-hati namun TUHAN Yesus masih sayang kepada-ku maka
aku ingin melayani Dia” kata Daniel. “Sungguh luar biasa perbuatan tangan TUHAN
kita,anak-anak kita harus mengucap syukur karena teman kalian Daniel diberi
kemurahan oleh TUHAN sehingga masih bisa ada sampai hari ini. Pelajaran siang
itu membuat Ike tak banyak berkosentrasi ke depan aku mau bertanya apakah dia
sedang dalam masalah namun aku memendam pertanyaan-ku ini.
***
Keesokan harinya Ike tidak masuk
aku mulai merasa bersalah dan ingin segera mendatangi rumahnya untuk meminta
maaf atas kelakuan-ku kemarin terhadap dirinya. Aku mengikuti
pelajaran-pelajaran hari ini dengan baik sampai selesai setelah itu aku mulai
melangkahkan kaki-ku menuju taksi dan pergi ke rumah Ike. “Tok-tok-tok Ike ini
dengan teman-mu Jessica”, Pintu segera di buka oleh mama-nya. “Selamat siang
tante,Ike-nya ada” tanyaku kepada mama-nya. “Oh...mari silahkan masuk Ikenya
ada tunggu sebentar yah tante panggilkan”. Ike lalu menghampiriku yang saat itu
sedang duduk di ruang tamu mereka. “Ada apa kamu kemari” sahutnya mengagetkan
diriku yang sedang melamun “Ike aku minta maaf aku tidak bermaksud untuk tidak
berteman dengan-mu ataupun tidak mau berbicara dengan-mu sifat dan kharakteristik-ku
memang seperti ini adanya,aku orangnya cuek dan tak memperdulikan orang lain
namun setelah melihat hari ini kamu tidak masuk sekolah aku khawatir, kata
diri-ku dengan wajah menyesal. “Tidak apa-apa aku mengerti”,”lalu mengapa hari
ini kamu tidak pergi ke sekolah,sambung-ku. “Aku sebenarnya sakit,ada batu
ginjal yang menempel di dalam perut-ku sudah dua kali aku operasi di Serui
namun tak berhasil itu yang membuat mama membawa-ku pindah ke Jayapura supaya
aku dapat dioperasi disini karena katanya dokter-dokter disini memberikan
pelayanan yang baik bukan hanya itu karena penyakit-ku ini membuang banyak
biaya dan selalu menimbulkan pertengkaran antara bapa dan mama-ku membuat
mereka berdua harus bercerai,bapa-ku tak mampu lagi membiayai operasi-ku (Ike
langsung tertunduk dan menangis aku langsung merangkulnya) “kamu yang sabar Ike
pasti ada maksud TUHAN dalam hidup-mu, kapan kamu akan mengikuti operasi
selanjutnya di Jayapura?” tanyaku. “Besok hari Jumat pagi di R.S
Bhayangkara”,”aku pasti akan datang setelah selesai pelajaran”. Kami berdua
saling berpelukan dan aku mendoakannya di siang hari itu seperti kata kedua
orangtua-ku ketika kita menyerahkan segala permohonan kita dalam doa dengan
iman yang sungguh maka TUHAN pasti akan menjawabnya,kata-kata itu membuat aku
meyakini dengan pasti bahwa operasi batu ginjal serta kedua orangtuanya Ike
yang telah bercerai itu akan kembali bersatu lagi dalam rencana TUHAN yang
selalu indah.
***
Keesokan
harinya aku menghampiri Ike di rumah sakit dan di sana aku melihat pemandangan
yang sungguh indah. Ada bapanya dan mamanya serta saudara-saudaranya
mendampinginya sampai operasi itu selesai. Aku sungguh-sungguh berterima-kasih
kepada TUHAN Yesus karena Ia telah menjawab doa-ku bersama Ike yang telah kami
naikkan kepada-Nya. TUHAN Yesus baik kekuatan doa telah membuat sahabat baru-ku
Ike menjalani operasi-nya dengan baik serta kedua orangtuanya telah kembali
bersama lagi menjadi keluarga yang utuh di dalam kasih karunia Yesus Kristus.
Berdoalah karena mujizat selalu datang menghampiri orang-orang yang berharap dan percaya kepada TUHAN Yesus Kristus. 💗
KARYA : APRIANI PASKALIN AYOMI


No comments:
Post a Comment