Thursday, July 23, 2020

Cerpen, "Kekuatan Doa".


SHORT STORY


"KEKUATAN DOA"

Doa adalah sebuah rangkaian kata-kata yang memiliki nuansa berbeda ketika kita mengucapkannya...yah benar! Karena hanya dengan doa-lah kita dapat berkomunikasi dan menjalin relasi yang kuat dengan Pencipta kita...


***
Hari itu hujan deras turun meliputi kota Jayapura aku dengan penuh keyakinan terus melangkahkan kaki berjalan ke sekolah tapi ada saja yang selalu menghambat aku untuk pergi ke sekolah.“Jessica sarapan pagi dulu sebelum ke sekolah kamu tidak mau kan kalau sampai banyak angin yang masuk ke dalam perut kamu dan kemudian kamu sakit dan tidak bisa ke sekolah”. Wajah-ku cemberut tetapi langsung saja aku berdoa lalu mengambil roti dan teh yang sudah dibuatkan ibu. “Jessica kalau sudah selesai belajar di sekolah langsung pulang yah jangan kemana-mana”. “Mmmhhhh ibu memang selalu begitu aku tak diijinkan kemana-mana selain sekolah dan rumah”. “Iya ibu bos pasti aku laksanakan.Pergi dulu yah bu aku sudah terlambat...Dah”. Aku segera bergegas ke sekolah sesampainya di sekolah aku merasa ada sesuatu yang lain.

***
“Teng-teng-teng”. Pelajaran segera di mulai ibu guru memasuki ruangan kelas dengan diikuti seorang siswi baru. “Good morning students we have a new student transfer from SMA N.2 Serui”. Kata ibu guru bahasa Inggris kami kepada kami semua yang ada dalam ruang kelas XII Bahasa SMA N.1 Jayapura aku tak terlalu memerhatikan ke depan karena pr bahasa Inggris-ku belum aku selesaikan. “Please introduce youself for everybody” kata ibu guru kepada siswa baru itu. “My name is Ike Sineri,i am from Serui (Waropen) and i live in kampkey thank you”. Singkat perkenalannya di depan kelas,banyak teman-teman-ku yang menyukainya mungkin karena dia terlalu cantik. “Ike can i get your mobile phone number” kata teman-ku Daniel kepadanya membuat kelas kami riuh dengan suara anak-anak yang menertawakan Daniel. “Ha-ha-ha Daniel mana mau dia pacar sama cowok berwajah pas-pasan seperti diri-mu” Kata Brian. “Everybody please calm down,Ike have a seat”,kata ibu guru padanya dan Ike pun duduk dengan aku karena tempat duduk di sebelah-ku kosong. “Hai perkenalkan nama-ku Ike” (sambil mengulurkan tangannya), Aku tak menghiraukan kata-katanya karena aku memangnya cuek agak membuatnya kecewa juga tapi apa boleh buat setiap anak baru memang harus diperlakukan seperti itu. Pelajaran pertama sukses terlewati tugas bahasa Inggris-ku telah dikumpulkan,pindah ke pelajaran berikutnya yaitu bahasa Jerman. Aku kurang menyukai bahasa Jerman mungkin karena kesulitan dalam kasus Nominativ,Genetiv,Dativ serta Akkusativ dan apalah itu “whatever i don’t think so” gumam-ku dalam hati. Sampai pelajaran bahasa Jerman selesai aku tak berbicara sedikitpun dengan Ike. “Teng-teng-teng” bel istirahat berbunyi aku langsung pergi ke kantin membeli makanan dan minuman kesukaan-ku yaitu nasi kuning dan pop-ice setelah itu aku pergi duduk di pojok kanan kantin sekolah sebab disitulah aku biasa duduk karena di-dindingnya ada jam  jadi aku sekalian bisa sesuaikan makan-minumnya sebelum bel berbunyi lagi. Ike hendak melangkahkan kakinya ke meja tempat aku duduk tapi aku langsung segera menyelesaikan makan-minumku dan segera pergi kembali ke kelas aku juga bingung mengapa aku terus menghindarinya,Ike menanyakan nama-ku pada teman-teman kelas yang ada di kantin sontak saja mereka menyebutkan nama lengkap-ku dan sifat serta kharakteristik-ku yang mereka ketahui kepada Ike. “Teng-teng-teng” bel masuk kelas telah berbunyi pelajaran terakhir kami adalah Agama kami semua siswa-siswi XII Bahasa SMA N.1 Jayapura mayoritas beragama Kristen Protestan jadi tidak perlu gabung dengan kelas lain. Pak guru Agama langsung masuk ke kelas. “Syalom anak-anak apa kabar kalian hari ini”,”baik pak guru” jawab semua siswa-siswi dan kami mulai menyanyikan beberapa lagu sekolah minggu setelah itu pak guru memulai pelajaran yang bertemakan perlindungan TUHAN Yesus kepada kita umat-Nya. Apa ada yang mengalami perlindungan dari TUHAN Yesus sepanjang minggu kemarin. “Ada pak guru minggu lalu aku hampir saja kecelakaan di depan toko sumber makmur aku tahu bahwa aku juga tidak berhati-hati namun TUHAN Yesus masih sayang kepada-ku maka aku ingin melayani Dia” kata Daniel. “Sungguh luar biasa perbuatan tangan TUHAN kita,anak-anak kita harus mengucap syukur karena teman kalian Daniel diberi kemurahan oleh TUHAN sehingga masih bisa ada sampai hari ini. Pelajaran siang itu membuat Ike tak banyak berkosentrasi ke depan aku mau bertanya apakah dia sedang dalam masalah namun aku memendam pertanyaan-ku ini.

***
Keesokan harinya Ike tidak masuk aku mulai merasa bersalah dan ingin segera mendatangi rumahnya untuk meminta maaf atas kelakuan-ku kemarin terhadap dirinya. Aku mengikuti pelajaran-pelajaran hari ini dengan baik sampai selesai setelah itu aku mulai melangkahkan kaki-ku menuju taksi dan pergi ke rumah Ike. “Tok-tok-tok Ike ini dengan teman-mu Jessica”, Pintu segera di buka oleh mama-nya. “Selamat siang tante,Ike-nya ada” tanyaku kepada mama-nya. “Oh...mari silahkan masuk Ikenya ada tunggu sebentar yah tante panggilkan”. Ike lalu menghampiriku yang saat itu sedang duduk di ruang tamu mereka. “Ada apa kamu kemari” sahutnya mengagetkan diriku yang sedang melamun “Ike aku minta maaf aku tidak bermaksud untuk tidak berteman dengan-mu ataupun tidak mau berbicara dengan-mu sifat dan kharakteristik-ku memang seperti ini adanya,aku orangnya cuek dan tak memperdulikan orang lain namun setelah melihat hari ini kamu tidak masuk sekolah aku khawatir, kata diri-ku dengan wajah menyesal. “Tidak apa-apa aku mengerti”,”lalu mengapa hari ini kamu tidak pergi ke sekolah,sambung-ku. “Aku sebenarnya sakit,ada batu ginjal yang menempel di dalam perut-ku sudah dua kali aku operasi di Serui namun tak berhasil itu yang membuat mama membawa-ku pindah ke Jayapura supaya aku dapat dioperasi disini karena katanya dokter-dokter disini memberikan pelayanan yang baik bukan hanya itu karena penyakit-ku ini membuang banyak biaya dan selalu menimbulkan pertengkaran antara bapa dan mama-ku membuat mereka berdua harus bercerai,bapa-ku tak mampu lagi membiayai operasi-ku (Ike langsung tertunduk dan menangis aku langsung merangkulnya) “kamu yang sabar Ike pasti ada maksud TUHAN dalam hidup-mu, kapan kamu akan mengikuti operasi selanjutnya di Jayapura?” tanyaku. “Besok hari Jumat pagi di R.S Bhayangkara”,”aku pasti akan datang setelah selesai pelajaran”. Kami berdua saling berpelukan dan aku mendoakannya di siang hari itu seperti kata kedua orangtua-ku ketika kita menyerahkan segala permohonan kita dalam doa dengan iman yang sungguh maka TUHAN pasti akan menjawabnya,kata-kata itu membuat aku meyakini dengan pasti bahwa operasi batu ginjal serta kedua orangtuanya Ike yang telah bercerai itu akan kembali bersatu lagi dalam rencana TUHAN yang selalu indah.

***
Keesokan harinya aku menghampiri Ike di rumah sakit dan di sana aku melihat pemandangan yang sungguh indah. Ada bapanya dan mamanya serta saudara-saudaranya mendampinginya sampai operasi itu selesai. Aku sungguh-sungguh berterima-kasih kepada TUHAN Yesus karena Ia telah menjawab doa-ku bersama Ike yang telah kami naikkan kepada-Nya. TUHAN Yesus baik kekuatan doa telah membuat sahabat baru-ku Ike menjalani operasi-nya dengan baik serta kedua orangtuanya telah kembali bersama lagi menjadi keluarga yang utuh di dalam kasih karunia Yesus Kristus.


Berdoalah karena mujizat selalu datang menghampiri orang-orang yang berharap dan percaya kepada TUHAN Yesus Kristus. 💗

KARYA : APRIANI PASKALIN AYOMI

No comments:

Post a Comment

Nostalgia "Dies Natalis Kampus"

       Ini aku dan kisah nyataku yang tersimpan rapih dalam memori ingatan yang sengaja kubuka kembali setelah sekian lama berhubung tahun i...